Langsung ke konten utama

Postingan

Besok Senin!

Postingan terbaru

PERTANDA

Tidak ada alasan, juga bisa jadi alasan. Sampai pagi ini, rasanya masih tidak nyaman. Saat dimalam beberapa hari lalu merasa “memiliki”. Pagi setelahnya seakan memutar balikan skenario yang sebelumnya sudah kuanggap nyata. Memulai lagi, dari nol. Sesuatu yang malamnya kuyakinkan jadi sisa satu-satunya alasan bertahan. Sekilas, paginya hilang berangan. Pertanda. Satu kata yang ikut muncul mencocokologi keadaan. Kata yang entah beberapa kali ditekankan   dari buku The Alchemist by Paulo Coelho. Buku yang sementara ku baca dan masih berada di halaman 91. Menceritakan seorang pengembala domba dalam petualangan mencari harta karunnya. Membaca pertanda Saat petunjuk yang tidak selalu dalam bentuk penjelasan terang-terangan. Melainkan kode atau sebatas pertanda yang memang butuh beberapa kali terurai dan menunjukkan diri dalam berbagai bentuk. Baru kemudian perlahan dimengerti maksud tujuannya. Diceritakan, Si Pengembala masih terlibat dalam uraian pertanda yang jadi bagian dala...

BUKU PINK

  Happy Weekend! Libur sehari yang besoknya berlanjut Minggu rasanya HAPPY! Walau ditunjukan bukan dengan ekspresif sumringah ataupun bukan disambut rencana spesial tertentu. Tapi, hanya dalam to do list sederhana untuk diri sendiri. Saat ini harusnya kulakukan dengan mengejarkan to do list prioritas terakhirku yang malam sebelumnya telah kutulis sebagai bentuk rencana. Dengan niat awal ingin mengerjakan file yang berisi format rencana plan Septemberku, sambil mengambil buku pink lamaku. Berpikir barangkali ada catatan terdahuluku yang terlupa tapi bisa jadi bahan yang relate dengan rencana September 2025 ku. Menyalakan laptop, memasang earphone, dan terdorong sebagai playlist yang pertama mulai menyetel lagu Sal Priadi. “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar dunia kembali asik Kelak langit terang aku bisa terbang Juga mesti mendung tetap coba tuk berkunjung Lari kehadapan orang yang ku sayang Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangankan...” ” Audio by earp...

10 PELAJARAN HIDUP U 26’

"Ditahun ini untuk gen Z angkatan 99 mulai memasuki usia 26 tahunnya. Termaksud   “aqyu”  pada   8 harian lalu, tepatnya 18 April 2025. Ter motivasi dari konten Youtube Raditya Dika     berjudul   “40 Pelajaran di Umur 40 Tahun”.   Walau bukan 26 poin sesuai umurku saat ini, tapi ide itu cukup membantu menyadarkan atas hal-hal yang sebelumnya kurasakan untuk kemudian merasa sebaiknya kuabadikan dalam ocehan tulisanku" 10 PELAJARAN HIDUP U 26’ 1.        Ujian/cobaan hidup adalah salah satu perantara terkabulnya doa 2.        Diantara sumber masalah terbesar ialah karna ego yang masih dilekatkan pada diri 3.        Sesuatu yang dilakukan dengan hati akan sampai dan dirasakan juga oleh hati 4.         Walaupun bisa melakukan sendiri, tidak mengapa sesekali berbalik meminta/melibatkan bantuan dari orang lain Saat seseorang menawarkan...

STICKY NOTES

“Semoga kita bisa menjadi penggemar berat diri kita sendiri” Beralas sticky notes kuning, kutipan itu tepat tertera didepanku yang duduk didepannya sedang ‘dia’ yang tertempel pasrah ditembok pink kamarku. Diantaranya, tempelan stikinotes lain ikut terpampang berisi tulisan tangan yang kutulis saat sedang berada dipuncak semangat suatu malam. Seakan mencoba membackup motivasi dan energi diri dengan tulisan yang kupampang disekitar meja belajarku kalau-kalau sedang merasa tidak baik-baik saja. Dan harap, barangkali dengan membacanya dimalam lain, dapat menarikku ke dalam semangat sebagaimana saat ku mulai tulis dan menatanya dengan hati-hati. “ Jadi, malam ini bagaimana memangnya ?” Ucapku, dari pertanyaan isi kepalaku sendiri. Dan tak ada jawaban lanjutannya.. “Semoga kita bisa menjadi penggemar berat diri kita sendiri”. Kutipan ini kembali berulang. Penggemar? Diri? Diri kita sendiri? Berbeda saat malam kumulai menempelkannya ditembok, malam ini rasanya harus menjadi pembelajar dan pe...

Daun & Perahu Kertas

Saat hujan ternampak deras, daun itu semakin teralir kencang pada sungai kehidupan. Sebaliknya, saat musim dianggap bersahabat. Dayungannya tenang. Terombang ambing ibarat sekedar menikmati waktu luang. Perjalanannya jauh. Keras lembut, cepat lamban, menjadi selimut hari-harinya . Hanya sayangnya, daun itu tak dapat mendefinisikan dirinya, "Apa sebenarnya peranannya?" Tanya nya pada diri sendiri.  Saat sedang fase menguatkan diri, salah satu sudut pandang dapat saja berdefinisi perihal: Semangat juang. Yakni terkait selembar daun yang berteman dengan berbagai rupa kikisan hidup. Terkikis melemah dari air, terkikis melalui goresan bebatuan yang terlewat. Hingga terkikis tak terdeteksi dari ranting yang dapat saja ditemui dalam masa alirannya. Sebuah kikisan yang tak bisa ditolak untuk sebuah usaha perjalanan.  Ya. Sebuah sudut pandang yang menggambarkan luka. Namun, sekaligus sebagai bukti juang. Melemahkan namun menguatkan secara bersamaan.  Belum berakhir.  Sudut p...

Apa Kabar?

...    00:15 Sebelumnya, sambil melihat kursor berkedip sesuai tempo dan sambil menunggu ketikkan apa yang sekiranya akan terhasil. Baru kemudian bola mata mengarah ke ujung kiri atas layar handphone dan terpikir, kalimat pembuka simpelnya mari mulai dulu dengan itu. Pukul 00:15 .  Sudah lama Terlampau jauh dari titik coretan terakhir hingga baru sekarang mulai membuat buih dan tenggelam dalam tulisan lagi. Setelah sebelumnya tenggelam dalam isi kepala sendiri.  Ingin bercerita Ingin mengungkap dalam tulisan walau nantinya bisa saja akan teraneh, dengan berpikir " Ohh ternyata hasil berpikirku seperti ini"?   Sambil membaca ulang tulisan yang justru tersusun dari jemari mungilku sendiri.  Apa ini tandanya, sebenarnya memang kita sendiri pun bisa terkikis perlahan untuk mengingat hal tentang diri sendiri. Tentang perasaan sendiri, apalagi yang telah lalu.  Atau bisa jadi ternyata diwaktu berbeda, dapat membawa perbedaan pula dalam membentuk cara ki...