Terpampang di sudut kanan bawah layar laptop, penanggalan sudah menunjukkan akhir sang Mei. Artinya, telah berselang 5 bulan mengukir dan menjajaki waktu dilembaran tahun 2022. Tahun yang sebenarnya bak menjadi chapter baru sekaligus membawa kita kembali pada era new normal . Bertemu dan berkumpul tidak lagi menjadi kekhawatiran yang mesti dirisaukan. Momen yang seharusnya membawa kabar gembira ibarat semerbak wangi yang menawarkan berbagai pilihan favorit. Ya, momen yang seharusnya disambut antusias. Namun, apakah demikian? Seyogianya, kehidupan membentuk keterkaitan panjang tali-temali antar tiap masa. Untuk sebuah keseimbangan yang memang seharusnya ada. Sebagaimana waktu dan sebagaimana momentum. Ibarat pertunjukkan yang dikatakan "baru", digelar untuk dipertontonkan juga diperankan. Tetapi, pertunjukan yang dilabelkan "baru digelar” itu, apakah benar-benar sebagai rintisan awal mula? Benar-benar orisinil? Nyatanya, tentu tidak selalu. Sebab, momentum baru yang seo...
"Jika ocehanmu terdengar tapi terabaikan, maka mengocehlah melalui tulisan"