Saat hujan ternampak deras, daun itu semakin teralir kencang pada sungai kehidupan. Sebaliknya, saat musim dianggap bersahabat. Dayungannya tenang. Terombang ambing ibarat sekedar menikmati waktu luang. Perjalanannya jauh. Keras lembut, cepat lamban, menjadi selimut hari-harinya . Hanya sayangnya, daun itu tak dapat mendefinisikan dirinya, "Apa sebenarnya peranannya?" Tanya nya pada diri sendiri. Saat sedang fase menguatkan diri, salah satu sudut pandang dapat saja berdefinisi perihal: Semangat juang. Yakni terkait selembar daun yang berteman dengan berbagai rupa kikisan hidup. Terkikis melemah dari air, terkikis melalui goresan bebatuan yang terlewat. Hingga terkikis tak terdeteksi dari ranting yang dapat saja ditemui dalam masa alirannya. Sebuah kikisan yang tak bisa ditolak untuk sebuah usaha perjalanan. Ya. Sebuah sudut pandang yang menggambarkan luka. Namun, sekaligus sebagai bukti juang. Melemahkan namun menguatkan secara bersamaan. Belum berakhir. Sudut p...
"Jika ocehanmu terdengar tapi terabaikan, maka mengocehlah melalui tulisan"