Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Maghrib

Sebagaimana mestinya dipenghujung hari, semesta akan selalu ditutup dengan permisinya sang surya, untuk kemudian kembali ke singgasananya usai menjalankan tugas sebagaimana anugrah yang dimilikinya. Kepergiannya yang kerap diringi panorama jingga nan indah seakan mengisyaratkan harapan akan tetap kembali untuk esok hari. Lantunan azan maghrib selain sebagai pertanda seruan ibadah guna meraih kemenangan tetapi, juga sekaligus sebagai penutup hari dan tak ada kata kembali untuk itu. Pertanyaannya kemudian ialah, telah sejauh mana hari-hari yang telah berlalu diselaraskan dengan pemanfaatan diri yang maksimal? Dan telah berapa kesempatan yang terpampang menawarkan diri untuk diambil tetapi justru teracuhkan dan dibuang sia-sia? Maghrib acap kali menjadi momen dimana lemparan penyesalan dan pertanyaan amat kuat menghujam jiwa. Fikiran seakan menjadi monitor dengan menayangkan kembali perbuatan yang telah dilakukan dalam mengisi hari. Perbuatan sia-sia dan perbuatan dosa terakum...

Sekilas Ketikan #1

Larut Langkah kaki terdengar jelas dari sang hawa Bentangan kerikil menjadi pemicu utama selaku pijakannya Derai rintik hujan bak alarm peringatan tanpa tawa Agar langkah itu mempercepat diri segera Berbeda dengan kemarin Terik matahari   bukan lagi menjadi kawan seperjalanan Kini panas terik tlah berganti menjadi hujan rintikkan Menerpa hingga membasahi diri tanpa permisi tak tertahan Namun, ada yang tak berbeda dari kemarin hingga kini Perasaan dan fikiran masih enggan tuk enyahkan diri Agar sedih dan kecewa lekas menyegerakan pergi Segalanya larut tak tentu arah hingga hanya diam dan sepi Jawaban Ungkapan kata tak selamanya menjadi jawaban Bibir tak selalu mampu bisa berucap Kesempatan tak jarang kerap dibuang sia-sia Bahkan hati tak enggan bersahabat dengan bimbang Saat diri mengharapkan kepastian Semesta justru memberikan teka-teki disertai candaan Rentetan tanya hangus tanpa jawab kesungguhan Hingga hanya prasangka sebaga...