Langsung ke konten utama

PERTANDA


Tidak ada alasan, juga bisa jadi alasan.

Sampai pagi ini, rasanya masih tidak nyaman. Saat dimalam beberapa hari lalu merasa “memiliki”. Pagi setelahnya seakan memutar balikan skenario yang sebelumnya sudah kuanggap nyata. Memulai lagi, dari nol. Sesuatu yang malamnya kuyakinkan jadi sisa satu-satunya alasan bertahan. Sekilas, paginya hilang berangan.

Pertanda.

Satu kata yang ikut muncul mencocokologi keadaan. Kata yang entah beberapa kali ditekankan  dari buku The Alchemist by Paulo Coelho. Buku yang sementara ku baca dan masih berada di halaman 91. Menceritakan seorang pengembala domba dalam petualangan mencari harta karunnya.

Membaca pertanda

Saat petunjuk yang tidak selalu dalam bentuk penjelasan terang-terangan. Melainkan kode atau sebatas pertanda yang memang butuh beberapa kali terurai dan menunjukkan diri dalam berbagai bentuk. Baru kemudian perlahan dimengerti maksud tujuannya. Diceritakan, Si Pengembala masih terlibat dalam uraian pertanda yang jadi bagian dalam petualangannya. Belum ku temukan benang merahnya. Kecuali, sampai akhirnya buku itu dapat kuselesaikan diakhir halamannya yang ke-135.

Dan berbeda, bagiku. Merasa sudah berada diakhir cerita untuk memahami pertanda yang kualami jauh belakangan ini. Mengumpulkan kepingan, menyusun pengertian lalu mengambil keputusan.

Yaitu cukup.

Sisi yang ntah berapa kali kupertanyakan apakah masih perlu kubiarkan untuk jadi bagian perjalananku, atau memang sudah waktunya untuk berbelok ke sisi yang lain. Petualangan lain.

Pertanda-pertanda  yang sebelumnya, belum kujadikan alasan yang cukup untuk menumbuhkan berani berwujud tindakanku. Awalnya sempat ku celotehkan bahwa hanya sisa '1' yang jadi satu-satunya alasan untuk tetap berada di sisi ini. Lalu disaat, momen 'beberapa hari lalu' itupun terjadi. Yang membawa jawaban di pagi harinya bahwa 

“Hal yang kujadikan alasan, nyatanya bukan hal yang sebenarnya ku miliki.”

Pada akhirnya, tiba di chapter pertanda terakhir: Tidak ada alasan lagi, untuk menunda pergi°

...

“Belajarlah mengenali pertanda, dan ikutilah pertanda itu,” kata Raja Tua kepada Si Pengembala  The Achemist, hal. 36




pict by. pexels.com




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU PINK

  Happy Weekend! Libur sehari yang besoknya berlanjut Minggu rasanya HAPPY! Walau ditunjukan bukan dengan ekspresif sumringah ataupun bukan disambut rencana spesial tertentu. Tapi, hanya dalam to do list sederhana untuk diri sendiri. Saat ini harusnya kulakukan dengan mengejarkan to do list prioritas terakhirku yang malam sebelumnya telah kutulis sebagai bentuk rencana. Dengan niat awal ingin mengerjakan file yang berisi format rencana plan Septemberku, sambil mengambil buku pink lamaku. Berpikir barangkali ada catatan terdahuluku yang terlupa tapi bisa jadi bahan yang relate dengan rencana September 2025 ku. Menyalakan laptop, memasang earphone, dan terdorong sebagai playlist yang pertama mulai menyetel lagu Sal Priadi. “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar dunia kembali asik Kelak langit terang aku bisa terbang Juga mesti mendung tetap coba tuk berkunjung Lari kehadapan orang yang ku sayang Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangankan...” ” Audio by earp...

Besok Senin!

Minggu malam yang cukup melow. Diantara paginya saat merasa berhak ber leha-leha menikmati Minggu. Siang, mandi berlanjut menjadi mode ambis beralatkan laptop. Lalu malamnya karna suatu hal, diri pun melow! Terisi dengan makan, bermain handphone, dan scroll drama furab [emot love ungu]. Sambil mendengar tamu diteras dengan suara yang kunilai sengaja mereka pelankan. Berniat supaya tidak menganggu sepertinya, tebakku. Aktivity ambis yang berencana ku lanjut malam itu pun, terjeda. Laptop ku biarkan begitu saja. Baru berani memutuskan keluar kamar, setelah kondisi kembali senyap. Tamu pulang. Mencuci muka dengan facial wash gantle ku. Lanjut memakai moisturizer. Seharusnya lebih dulu produk essence ku. Tapi pikiran rasanya kosong. Lupa. Tak masalah. Bercermin melihat diri dengan hasil apply produk yang tidak seberapa banyak malam ini. Dan.. Ohiya, bersama aktivity sebelumnya. Sebenarnya ada fake scenarios yang sedang ku bayangkan ntah dengan tujuan apa. Momen disaat membangun c...