Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Daun & Perahu Kertas

Saat hujan ternampak deras, daun itu semakin teralir kencang pada sungai kehidupan. Sebaliknya, saat musim dianggap bersahabat. Dayungannya tenang. Terombang ambing ibarat sekedar menikmati waktu luang. Perjalanannya jauh. Keras lembut, cepat lamban, menjadi selimut hari-harinya . Hanya sayangnya, daun itu tak dapat mendefinisikan dirinya, "Apa sebenarnya peranannya?" Tanya nya pada diri sendiri.  Saat sedang fase menguatkan diri, salah satu sudut pandang dapat saja berdefinisi perihal: Semangat juang. Yakni terkait selembar daun yang berteman dengan berbagai rupa kikisan hidup. Terkikis melemah dari air, terkikis melalui goresan bebatuan yang terlewat. Hingga terkikis tak terdeteksi dari ranting yang dapat saja ditemui dalam masa alirannya. Sebuah kikisan yang tak bisa ditolak untuk sebuah usaha perjalanan.  Ya. Sebuah sudut pandang yang menggambarkan luka. Namun, sekaligus sebagai bukti juang. Melemahkan namun menguatkan secara bersamaan.  Belum berakhir.  Sudut p...

Apa Kabar?

...    00:15 Sebelumnya, sambil melihat kursor berkedip sesuai tempo dan sambil menunggu ketikkan apa yang sekiranya akan terhasil. Baru kemudian bola mata mengarah ke ujung kiri atas layar handphone dan terpikir, kalimat pembuka simpelnya mari mulai dulu dengan itu. Pukul 00:15 .  Sudah lama Terlampau jauh dari titik coretan terakhir hingga baru sekarang mulai membuat buih dan tenggelam dalam tulisan lagi. Setelah sebelumnya tenggelam dalam isi kepala sendiri.  Ingin bercerita Ingin mengungkap dalam tulisan walau nantinya bisa saja akan teraneh, dengan berpikir " Ohh ternyata hasil berpikirku seperti ini"?   Sambil membaca ulang tulisan yang justru tersusun dari jemari mungilku sendiri.  Apa ini tandanya, sebenarnya memang kita sendiri pun bisa terkikis perlahan untuk mengingat hal tentang diri sendiri. Tentang perasaan sendiri, apalagi yang telah lalu.  Atau bisa jadi ternyata diwaktu berbeda, dapat membawa perbedaan pula dalam membentuk cara ki...

SUPPORT

Tercatat disuatu ruangan bercat putih dengan luaran panasnya siang. Bincang kawan dalam jeda diantara waktu ikhtiar agar isian mbanking tak malang. Melipir sementara setelah keseriusan jari dengan keyboard sebagai biang. Permainannya walau bukan lagi memerlukan halaman luas untuk berlarian. Atau memakan waktu karna perlu menampung anggota saling mengawan. Tapi, untuk sekarang cukup genggaman smartpone untuk menelusuri hiburan online yang ditawarkan. Dan filter instagram menjadi pilihan. Sudah cukup lama. Tapi juga cukup untuk terpatri dalam kepala. Lupa bernama apa. Tapi permainan kali itu tentang pertanyaan dan berjawab apa. Dan saat itu terletak tanya: " He is 3, but selalu support kamu.."  . Trend yang tentu jadi bagian hiburan kaum muda. Terlebih saat masa dua ribu dua puluh tiga. Terlepas dari inti pertanyaan yang mengikut  trend zaman. Diri baru sadar satu kata yang diketahui lama tapi malah baru dimaknai dalam.  Support.. Ya. kata itu yang menjadi pemeran Saat perm...