Tidak ada yang benar-benar selesai. Memulai sesuatu dengan maksud nantinnya sebenarnya hanya untuk mengakhiri. Mengakhiri yang sebenarnya hanya menutup satu pintu untuk kemudian melanjutkan membuka pintu-pintu lainnya. Mulai lagi, akhiri lagi, dan begitu seterusnya. Merasa “Yes” usai menyelesaikan sesuatu untuk setelahnya menghela napas kembali menyambut kesibukan baru. Entah memang baru atau sebenarnya hanya kelanjutan dari kisah sebelumnya. Sebelumnya, saya pun sibuk dengan pikiran sendiri. Lelah sama rutinitas yang rasanya tiada habisnya. Kesibukkan, tanggungjawab, kewajiban dan lain sebagainya menjadi bagian yang terus melekat disetiap perjalanan. Hingga kemudian saya melihat dan tertarik pada salah satu tweet seseorang dengan akun yang telah terverifikasi. Nago Tejena, namanya. Dari bio twitternya tertulis beliau seorang psikolog klinis, dan sering berkhotbah tentang hidup manusia, katanya haha. Okey Adapun dalam akun twitternya itu ia meng etweet : “ Kamu tidak akan pernah benar...
"Jika ocehanmu terdengar tapi terabaikan, maka mengocehlah melalui tulisan"