Namanya Sela. Nama yang kembali tersebut sejak beberapa tahun belakangan. Nama yang kembali terketik dengan membawa berbagai cerita baru walau kisah lalu tetap terbayang enggan tuk terlupakan. Seorang gadis biasa dengan jiwa yang perasa dalam diamnya.
Dewi Ayu, Nyai Ontosoroh, Sri Ningsih, Jeng Yah, Atik, menjadi tokoh-tokoh wanita dalam novel yang menjadi favorit barunya. Saat beberapa tahun belakangan cerita teen fiction dengan penggambaran keuwuan muda mudi SMA sebagai minatnya, kini rasa itu sedikit berubah. “Melihat kisah relationship anak SMA mengapa begitu menggelikankan", pikirnya. Poinnya, hal yang dapat Sela ambil ialah suatu yang namanya selera pun dapat berubah. Selera dalam suatu karya misalnya, sebab tidak ada karya yang buruk atau salah. Tapi, semua berangkat dari bagaimana setiap orang dapat atau tidaknya untuk menikmatinya. Semua karya selain sebagai wujud menunjukkan eksistensi diri bagi pembuat/penciptanya sekaligus juga sebagai konsumsi bagi mereka yang minat karena menyukainya.
Itulah, sekilas perubahan yang sedikit terkisahkan mengenai gadis itu. Menceritakan seorang Sela menjadi kisah yang rasanya butuh berseason secara waktu. Perjalanannya cukup panjang walau bukan berarti selalu berisi hal menarik ber plot twist. Ia Sela, seorang yang perkataannya panjang lebar saat menjadi pendengar dan merespon curhatan kisah rekannya. Namun, ucapannya kaku dan mati kata saat mencoba berutara terkait kisahnya.
Seperti malam ini, seusai menampung cerita temannya dan berceloteh membagi berbagai saran, kini ia bersandar santai menatap layar laptop melihat ketikannya sendiri. Ketikan yang berisi dirinya bercerita, kepada diri sendiri pula. Belakangan, Sela sadari bahwa sebenarnya berbagai saran yang ia celotehkan kepada teman-temannya, ialah saran yang sebenarnya ia tujukan pula kepada dirinya sendiri. Saran yang diharapkan ia dapat dengarkan pula dari orang lain. Namun, ia menyadari, bagaimana bisa dapat memperolehnya, saat ia sendiri tak cukup pandai dalam mengisahkan dirinya.
Bersambung . . .
Pict by pexels.com

Komentar
Posting Komentar