Saya kembali memikirkan akan berbagai rasa
Khususnya, rasa yang belakangan ini menerpa melalui lamuan ft. kehaluanku malam ini
Situasi dan kondisi serta orang lain menjadi andil besar akan timbulnya rasa itu
Kita mungkin bisa merencanakan berjumpa dengan seseorang tertentu
Tapi tidak sepenuhnya kita bisa mengontrol situasi & kondisi sebagaimana kehendak diri
Alhasil, jangan heran resah dan kecewa akan hasil penantianmu
Sebab, semesta memang suka bercanda bukan ?
Kurang lebih kutipan itu yang masih melekat diingatanku
Bumbu-bumbu kehidupan memanglah
demikian adanya
Sedih, senang , marah, cemburu, jenuh, galau itulah wujudnya
Kita berpijak pada roda kehidupan tanpa ketidakpastian dan kekekalan
Jika hatimu gundah, fikiranmu suntuk dan jiwamu resah
Maka percayalah, bahwa kamu sedang dinanti pada pijakan rasa lainnya
Lalui dengan sabar syukur dan shalat dalam mengakhirnya
So, justru jangan jadikan itu menjadi ladang dosanmu akibat keluhmu yaa
Tulisan dari saya ini bukan berarti mudah pula bagi saya
Naik turunnya iman justru seringkali pula menyertakan resah dan keluh
Terpaan rasa terhadapku entah itu sedih kesal jenuh kecewa hingga cemburu
Menjadikan saya sadar akan minimnya rasa syukur dariku kepada Sang Illahi
Ya sudah, mengingatkan diri sendiri sekaligus orang lain tak apa bukan? hehe
Komentar
Posting Komentar