Langsung ke konten utama

Terpaan Rasa


Entah sudah berapa lama ...

Saya kembali memikirkan akan berbagai rasa

Khususnya, rasa  yang belakangan ini menerpa melalui lamuan ft. kehaluanku malam ini

Situasi dan kondisi serta orang lain menjadi andil besar akan timbulnya rasa itu

Kita mungkin bisa merencanakan berjumpa dengan seseorang tertentu

Tapi tidak sepenuhnya kita bisa mengontrol situasi & kondisi sebagaimana kehendak diri  

Alhasil, jangan heran resah dan kecewa akan hasil  penantianmu

Sebab, semesta memang suka bercanda bukan ?

Kurang lebih kutipan itu yang masih melekat diingatanku

Bumbu-bumbu kehidupan memanglah demikian adanya

Sedih, senang , marah, cemburu, jenuh, galau itulah wujudnya 

Kita berpijak pada roda kehidupan tanpa ketidakpastian dan kekekalan

Jika hatimu gundah, fikiranmu suntuk dan jiwamu resah

Maka percayalah, bahwa kamu sedang dinanti pada pijakan rasa lainnya

Lalui dengan sabar syukur dan shalat dalam mengakhirnya

So, justru jangan jadikan itu menjadi ladang dosanmu akibat keluhmu yaa

Tulisan dari saya ini bukan berarti mudah pula bagi saya

Naik turunnya iman justru seringkali pula menyertakan resah dan keluh 

Terpaan rasa terhadapku entah itu sedih kesal jenuh kecewa hingga cemburu

Menjadikan saya sadar akan minimnya rasa syukur dariku kepada Sang Illahi

Ya sudah, mengingatkan diri sendiri sekaligus orang lain tak apa bukan? hehe


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTANDA

Tidak ada alasan, juga bisa jadi alasan. Sampai pagi ini, rasanya masih tidak nyaman. Saat dimalam beberapa hari lalu merasa “memiliki”. Pagi setelahnya seakan memutar balikan skenario yang sebelumnya sudah kuanggap nyata. Memulai lagi, dari nol. Sesuatu yang malamnya kuyakinkan jadi sisa satu-satunya alasan bertahan. Sekilas, paginya hilang berangan. Pertanda. Satu kata yang ikut muncul mencocokologi keadaan. Kata yang entah beberapa kali ditekankan   dari buku The Alchemist by Paulo Coelho. Buku yang sementara ku baca dan masih berada di halaman 91. Menceritakan seorang pengembala domba dalam petualangan mencari harta karunnya. Membaca pertanda Saat petunjuk yang tidak selalu dalam bentuk penjelasan terang-terangan. Melainkan kode atau sebatas pertanda yang memang butuh beberapa kali terurai dan menunjukkan diri dalam berbagai bentuk. Baru kemudian perlahan dimengerti maksud tujuannya. Diceritakan, Si Pengembala masih terlibat dalam uraian pertanda yang jadi bagian dala...

BUKU PINK

  Happy Weekend! Libur sehari yang besoknya berlanjut Minggu rasanya HAPPY! Walau ditunjukan bukan dengan ekspresif sumringah ataupun bukan disambut rencana spesial tertentu. Tapi, hanya dalam to do list sederhana untuk diri sendiri. Saat ini harusnya kulakukan dengan mengejarkan to do list prioritas terakhirku yang malam sebelumnya telah kutulis sebagai bentuk rencana. Dengan niat awal ingin mengerjakan file yang berisi format rencana plan Septemberku, sambil mengambil buku pink lamaku. Berpikir barangkali ada catatan terdahuluku yang terlupa tapi bisa jadi bahan yang relate dengan rencana September 2025 ku. Menyalakan laptop, memasang earphone, dan terdorong sebagai playlist yang pertama mulai menyetel lagu Sal Priadi. “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar dunia kembali asik Kelak langit terang aku bisa terbang Juga mesti mendung tetap coba tuk berkunjung Lari kehadapan orang yang ku sayang Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangankan...” ” Audio by earp...

Besok Senin!

Minggu malam yang cukup melow. Diantara paginya saat merasa berhak ber leha-leha menikmati Minggu. Siang, mandi berlanjut menjadi mode ambis beralatkan laptop. Lalu malamnya karna suatu hal, diri pun melow! Terisi dengan makan, bermain handphone, dan scroll drama furab [emot love ungu]. Sambil mendengar tamu diteras dengan suara yang kunilai sengaja mereka pelankan. Berniat supaya tidak menganggu sepertinya, tebakku. Aktivity ambis yang berencana ku lanjut malam itu pun, terjeda. Laptop ku biarkan begitu saja. Baru berani memutuskan keluar kamar, setelah kondisi kembali senyap. Tamu pulang. Mencuci muka dengan facial wash gantle ku. Lanjut memakai moisturizer. Seharusnya lebih dulu produk essence ku. Tapi pikiran rasanya kosong. Lupa. Tak masalah. Bercermin melihat diri dengan hasil apply produk yang tidak seberapa banyak malam ini. Dan.. Ohiya, bersama aktivity sebelumnya. Sebenarnya ada fake scenarios yang sedang ku bayangkan ntah dengan tujuan apa. Momen disaat membangun c...