Langsung ke konten utama

SUPPORT

Tercatat disuatu ruangan bercat putih dengan luaran panasnya siang. Bincang kawan dalam jeda diantara waktu ikhtiar agar isian mbanking tak malang. Melipir sementara setelah keseriusan jari dengan keyboard sebagai biang.

Permainannya walau bukan lagi memerlukan halaman luas untuk berlarian. Atau memakan waktu karna perlu menampung anggota saling mengawan. Tapi, untuk sekarang cukup genggaman smartpone untuk menelusuri hiburan online yang ditawarkan. Dan filter instagram menjadi pilihan.

Sudah cukup lama. Tapi juga cukup untuk terpatri dalam kepala. Lupa bernama apa. Tapi permainan kali itu tentang pertanyaan dan berjawab apa.

Dan saat itu terletak tanya: "He is 3, but selalu support kamu.." . Trend yang tentu jadi bagian hiburan kaum muda. Terlebih saat masa dua ribu dua puluh tiga.

Terlepas dari inti pertanyaan yang mengikut  trend zaman. Diri baru sadar satu kata yang diketahui lama tapi malah baru dimaknai dalam. 

Support..

Ya. kata itu yang menjadi pemeran

Saat permainan termulai dan tanya ditujukkan. Hal yang terjadi justru ikut sertanya kulahirkan pertanyaan. "SUPPORT itu seperti apa?" bingung pun terlihatkan.

Dan teman bermainku pun beri perumpamaan. Diucap dalam dengan antusias dan keseriusan. Dan "ohh" dariku pun kuperdengarkan.

Setelahnya, dalam keadaan diam seperti buah pinang. Pikiran mulai seperti ilalang. Bergerak kesana kemari padahal tetap berakar disatu pijakan dengan matahari siang. 

Memahami sesuatu ternyata sulit untuk dapat sampai pada kepekaan rasa. Saat sebenarnya kita masih minim dalam wawasan makna. Memahami bahwa bisa saja apa yang kita belum tahu ialah justru yang menjadi apa yang kita butuh sebenar-benarnya.

Dan salah satunya: Support. Ya, Dia.

Dia tak berwujud, tapi menjadi bahan perwujudan itu sendiri

Dia beraneka, tergantung dari siapa ia menampilkan ciri

Dia luwes untuk ditempuh entah dari kanan atau kiri

Dan dia tak pilah kasih, hingga bisa bersumber baik dari kandung ataupun tiri

Support tak mengenal absen. Bagi siapapun yang menghargainya itu takkan terlihat cemen. Dan akan begitu menggemaskan ibarat mencubit pipi tembem. 

Support memiliki energi besar dan gagah. Bahkan dapat menempuh berbagai cara hingga begah. Baik ditampilkan dengan terang-terangan ataupun bertipe malu-malu dengan hati merekah. Dengan bekal tulusnya itu, maka tak siapapun dapat mencegah.

Support menjadi bagian usaha sekaligus syukur untuk diantara mereka yang memberi dan menerimanya. Alhasil, tertegas bahwa tidak ada bahasan untung rugi dalam keindahan nilainya.

Support..

Dia bersedia berlalu lalang. Menaburkan kecambah bagi siapapun yang mengajaknya halang melintang. Dan menjadi kado terpita cantik tak terputus dari seseorang ke seseorang..

Hingga akhirnya, akan mengerucutkan diri atas nama kasih sayang ♡

.....

btw.. "He is 3, but selalu support kamu" itu 'He' nya siapa dulu? wkwk

,,,,


Based on:

Tulisan ini diperuntukkan sebagai bentuk tersentuhnya hati atas keajaiban sebuah support. Ya, Sebuah dukungan. Dari 'kalian' dan 'mereka-mereka'.

Selalu mengagumi kebaikan-kebaikan sederhana. 

Karna percaya tak semua orang memiliki ketulusan mencipta kebaikan dari hasil kepekaan rasanya. Kepekaan terhadap hal kecil juga sederhana. Dan keistimewaan  pun akan lahir selalu menyelimuti dirinya. Lalu akan disadari bagi mereka yang juga peka dan tulus hatinya.

Bersyukurlah kalian sebagai yang menerimanya. Dan berbahagialah kalian sebagai yang berusaha mencipta kebaikan dengan tujuan mencapai Ridho-Nya ☆

.......

Pict by pexels.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTANDA

Tidak ada alasan, juga bisa jadi alasan. Sampai pagi ini, rasanya masih tidak nyaman. Saat dimalam beberapa hari lalu merasa “memiliki”. Pagi setelahnya seakan memutar balikan skenario yang sebelumnya sudah kuanggap nyata. Memulai lagi, dari nol. Sesuatu yang malamnya kuyakinkan jadi sisa satu-satunya alasan bertahan. Sekilas, paginya hilang berangan. Pertanda. Satu kata yang ikut muncul mencocokologi keadaan. Kata yang entah beberapa kali ditekankan   dari buku The Alchemist by Paulo Coelho. Buku yang sementara ku baca dan masih berada di halaman 91. Menceritakan seorang pengembala domba dalam petualangan mencari harta karunnya. Membaca pertanda Saat petunjuk yang tidak selalu dalam bentuk penjelasan terang-terangan. Melainkan kode atau sebatas pertanda yang memang butuh beberapa kali terurai dan menunjukkan diri dalam berbagai bentuk. Baru kemudian perlahan dimengerti maksud tujuannya. Diceritakan, Si Pengembala masih terlibat dalam uraian pertanda yang jadi bagian dala...

BUKU PINK

  Happy Weekend! Libur sehari yang besoknya berlanjut Minggu rasanya HAPPY! Walau ditunjukan bukan dengan ekspresif sumringah ataupun bukan disambut rencana spesial tertentu. Tapi, hanya dalam to do list sederhana untuk diri sendiri. Saat ini harusnya kulakukan dengan mengejarkan to do list prioritas terakhirku yang malam sebelumnya telah kutulis sebagai bentuk rencana. Dengan niat awal ingin mengerjakan file yang berisi format rencana plan Septemberku, sambil mengambil buku pink lamaku. Berpikir barangkali ada catatan terdahuluku yang terlupa tapi bisa jadi bahan yang relate dengan rencana September 2025 ku. Menyalakan laptop, memasang earphone, dan terdorong sebagai playlist yang pertama mulai menyetel lagu Sal Priadi. “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar dunia kembali asik Kelak langit terang aku bisa terbang Juga mesti mendung tetap coba tuk berkunjung Lari kehadapan orang yang ku sayang Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangankan...” ” Audio by earp...

10 PELAJARAN HIDUP U 26’

"Ditahun ini untuk gen Z angkatan 99 mulai memasuki usia 26 tahunnya. Termaksud   “aqyu”  pada   8 harian lalu, tepatnya 18 April 2025. Ter motivasi dari konten Youtube Raditya Dika     berjudul   “40 Pelajaran di Umur 40 Tahun”.   Walau bukan 26 poin sesuai umurku saat ini, tapi ide itu cukup membantu menyadarkan atas hal-hal yang sebelumnya kurasakan untuk kemudian merasa sebaiknya kuabadikan dalam ocehan tulisanku" 10 PELAJARAN HIDUP U 26’ 1.        Ujian/cobaan hidup adalah salah satu perantara terkabulnya doa 2.        Diantara sumber masalah terbesar ialah karna ego yang masih dilekatkan pada diri 3.        Sesuatu yang dilakukan dengan hati akan sampai dan dirasakan juga oleh hati 4.         Walaupun bisa melakukan sendiri, tidak mengapa sesekali berbalik meminta/melibatkan bantuan dari orang lain Saat seseorang menawarkan...