Langsung ke konten utama

FUN TIME - Drakor



Beberapa bulan lalu, jauhhh beberapa bulan kemarin ‘seseorang’ menanyakan rekomendasi drakor dariku (randomly). Dan saat bersamaan menyadari, “Wahhh cukup lama saya tidak mengikuti drakor apapun”, tontonan kesayangan umat itu. Alhasil, sekilas mengingat dari apa yang terakhir kutonton dan cukup memiliki rate tertinggi versiku, saya pun memberikan satu rekomendasi judul.

Bahkan jika bertolak dari saat itu, saya benar-benar lupa kapan terakhir tepatnya menikmati drama negeri gingseng itu. Sampai berpikir “Sesibuk itukah saya?  Misi keselamatan bumi apa yang kukerjakan sampai waktu nonton pun tidak menjadi bagian waktu luangku. 

Banyak momentum yang terlewati yang banyak pula diantaranya membuatku penat menjalani titik tertentu dalam rutinitas. Hingga saat obrolan dengan ‘seseorang’ terkait tontonan itu, saya pun mulai mengambil jeda untuk menikmati beberapa judul drama series. Dimana diantaranya juga bagian dari series yang telah dibahas versinya, Dia.

Ya, tidak sadar ternyata saya telah melewatkan salah satu bentuk hiburan yang sebenarnya sekaligus menjadi bentuk usaha men-charge energi diri. Karena sebelumnya, dari banyaknya proses yang harus kuisi dengan tanggungjawab untuk hari-hariku, sempat mirisnya timbul rasa bersalah bila beralih dari yang kupikir produktif ke hal yang bernilai hiburan semata. Dan itu keliru. 

Kekeliruan ini tersadar tepatnya suatu malam, yang saat itu sedang boomingnya pemberitaan dan taggar trending twitter terkait a smart woman Indonesian Maudy Ayunda yang sat set sat set BOOM menikah (sorry out of topic). But, yeah entah lupa karena alasan apa saya membuka platform youtube untuk yang niat awalnya mencari konten dari mbaknya dan entah dengan topik serupa channel youtube lain juga tertera atas hasil searchingku. Satu Persen, nama Channel itu. Salah satu channel yang menurutku akan relate bagi mereka-mereka yang telah merasakan berbagai proses pendewasaan hidup (cie). Terkhusus bagiku, yang baru saja memasuki usia 23 dan harus merasakan kehidupan yang tentu berbeda dari perkiraan semasa dulu.

Dalam salah satu video, Satu Persen memuat konten tentang bagaimana mengoptimalkan waktu, membangun habbit sehingga menegaskan bahwa to-do list saja tidak cukup. Namun, perlunya untuk suatu aktivitas dijadwalkan. Dan dalam penjelaskannya salah satu yang menarik perhatianku ialah poin terkait “Fun Time”. Ternyata anggapanku yang sebelumnya sempat 'merasa bersalah' memang sekekeliru itu. Bahwa sesuatu yang fun, sesuatu yang kita senangi juga perlu andil untuk dijadwalkan. Segala sesuatu tidak harus mengejar kata produktif yang semata diwujudkan dalam kegiatan yang dianggap "bekerja” untuk kemudian merasa lelah. Walau ada saat memang kita harus melakukan apa yang menjadi tuntutan sehingga menjadi bentuk tanggung jawab. Namun, juga harus sepatutnya ada hal untuk melakukan sesuatu yang memang menjadi pilihan kita, se-simple karena itu menyenangkan, just it.

Dan drakor salah satunya, wkwk. Mungkin terpampang berlebihan sebatas drakor harus dihubungankan sama nilai kehidupan. Tapi, ada hal yang membuatku ingin menceritakan lebih. Berkisah versiku. Dimana berangkat beberapa bulan belakangan usai pergantian tahun yang harus kuhadapi dengan banyak perubahan dan perasaan yang menuntutku harus sering berurusan dengan kata "menerima” dan bersabar. Bahkan yang saat ini masih perlu untukku harus beradaptasi akan situasi ini. 

Atas itu, hal yang semestinya lebih dulu kusadar untuk raih kembali ialah motivasi dan harapan. Quotes-qutes bijak sempat tak memberi pengaruh apa-apa. Sampai bingung bagaimana caranya untuk menjadi ‘baik-baik saja’. Dan diantara percakapan yang kurasakan sangat mendalam yakni saat Hee Doo dalam drama series Twenty Five Twenty One mengatakan: 

"Katanya semua tragedi adalah komedi jika dilihat dari jauh"

"Aku tak bisa menganggap tiap harinya adalah tragedi hanya karena terus kalah. Itu lebih mudah dilupakan dengan tawa. Setelah itu, aku bisa maju lagi"

"Aku tidak kecewa mesti mimpiku tidak jadi kenyataan. Aku sudah terbiasa kalah dan gagal"

Kutipan diatas hanya beberapa dari sekian percakapan yang mengisi bagian dari tiap rasa yang kualami. Saat gagal dan merasa sendiri saya bisa larut dan merasa perasaanku bukanlah yang menjadi satu-satunya. Bahwa ada sebuah kisah yang walau fiksi pasti itupun hal yang terangkat dari realita dan juga dialami oleh orang-orang diluar sana. 

Dan fiksi seluar biasa itu. Ibarat menjadi perantara yang dapat membuat penikmatnya dapat icip merasakan berbagai emosi. Bahagia, salting, lawakan, marah hingga takut. Fiksi bisa menampilkan sosok yang seolah menjadi bayangan diri dari seseorang sebagai penonton/pembacanya. Dan bisa memberikan sebuah rasa saat dunia nyata bahkan belum memberikannya.

Rasa gemas saat menonton drama series Hometown Cha Cha Cha dan Proposal Bussiness, rasa spechlesss dan menangis sesugukan saat nonton Mr. Sunshine, merasa relate saat menonton My Liberatation Notes, merasa terharu akan kerja keras juga lucuan saat mendalami drama series Twenty Five Twenty One. Dan merasa dicintai dengan cara yang berbeda tanpa perlu dipertanyakan ketulusannya -seperti dalam drama Happinnes (unsur zombie abaikan).

Drakor, movie, games, buku, apapun itu. Semuanya hiburan yang sekaligus memberi doorprice dalam berbagai bentuk petualangan. Salah satunya petuangalan rasa. Lucu, tertawalah. Sedih, menangislah. Salting, tepok temboklah (?)

Apapun, luapkan dan nikmati tiap momen FUN TIME  itu.



Pict by pexels.com







Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTANDA

Tidak ada alasan, juga bisa jadi alasan. Sampai pagi ini, rasanya masih tidak nyaman. Saat dimalam beberapa hari lalu merasa “memiliki”. Pagi setelahnya seakan memutar balikan skenario yang sebelumnya sudah kuanggap nyata. Memulai lagi, dari nol. Sesuatu yang malamnya kuyakinkan jadi sisa satu-satunya alasan bertahan. Sekilas, paginya hilang berangan. Pertanda. Satu kata yang ikut muncul mencocokologi keadaan. Kata yang entah beberapa kali ditekankan   dari buku The Alchemist by Paulo Coelho. Buku yang sementara ku baca dan masih berada di halaman 91. Menceritakan seorang pengembala domba dalam petualangan mencari harta karunnya. Membaca pertanda Saat petunjuk yang tidak selalu dalam bentuk penjelasan terang-terangan. Melainkan kode atau sebatas pertanda yang memang butuh beberapa kali terurai dan menunjukkan diri dalam berbagai bentuk. Baru kemudian perlahan dimengerti maksud tujuannya. Diceritakan, Si Pengembala masih terlibat dalam uraian pertanda yang jadi bagian dala...

BUKU PINK

  Happy Weekend! Libur sehari yang besoknya berlanjut Minggu rasanya HAPPY! Walau ditunjukan bukan dengan ekspresif sumringah ataupun bukan disambut rencana spesial tertentu. Tapi, hanya dalam to do list sederhana untuk diri sendiri. Saat ini harusnya kulakukan dengan mengejarkan to do list prioritas terakhirku yang malam sebelumnya telah kutulis sebagai bentuk rencana. Dengan niat awal ingin mengerjakan file yang berisi format rencana plan Septemberku, sambil mengambil buku pink lamaku. Berpikir barangkali ada catatan terdahuluku yang terlupa tapi bisa jadi bahan yang relate dengan rencana September 2025 ku. Menyalakan laptop, memasang earphone, dan terdorong sebagai playlist yang pertama mulai menyetel lagu Sal Priadi. “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar dunia kembali asik Kelak langit terang aku bisa terbang Juga mesti mendung tetap coba tuk berkunjung Lari kehadapan orang yang ku sayang Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangankan...” ” Audio by earp...

10 PELAJARAN HIDUP U 26’

"Ditahun ini untuk gen Z angkatan 99 mulai memasuki usia 26 tahunnya. Termaksud   “aqyu”  pada   8 harian lalu, tepatnya 18 April 2025. Ter motivasi dari konten Youtube Raditya Dika     berjudul   “40 Pelajaran di Umur 40 Tahun”.   Walau bukan 26 poin sesuai umurku saat ini, tapi ide itu cukup membantu menyadarkan atas hal-hal yang sebelumnya kurasakan untuk kemudian merasa sebaiknya kuabadikan dalam ocehan tulisanku" 10 PELAJARAN HIDUP U 26’ 1.        Ujian/cobaan hidup adalah salah satu perantara terkabulnya doa 2.        Diantara sumber masalah terbesar ialah karna ego yang masih dilekatkan pada diri 3.        Sesuatu yang dilakukan dengan hati akan sampai dan dirasakan juga oleh hati 4.         Walaupun bisa melakukan sendiri, tidak mengapa sesekali berbalik meminta/melibatkan bantuan dari orang lain Saat seseorang menawarkan...