Langsung ke konten utama

Unedukasi 2021

 


Sering terjadi

Terlalu banyak hingga sudah berdesakan berbagai rasa hingga untuk mengungkapkannya pun bingung akan bagaimana menggambarkannya.

duh bingung mau mulai darimana,” ungkap orang-orang pada umumnya. 

Seperti halnya saat ini. Saya. Sekedar mengetikkan apa yang dirasakan seolah mudah saja. Sebagaimana prinsip awalnya yaitu kalau tidak dapat diucapkan, ya ketikan saja. Mengoceh melalui tulisan. Ya ya ya. Tapi tidak seperti itu juga lah. Tidak ada orang lain yang mendengarkan bukan berarti tidak menimbang apa yang sebaiknya diungkapkan, kan? Begitu pula dengan menulis. Bukan berarti karna tidak ada jaminan orang untuk membacanya sehingga asal saja menata kalimat. Ohh ini bukan maksud semata untuk mementingkan penilaian orang lain ya. Namun, lebih kepada dari apa yang diungkapkan, dalam bentuk tulisan seperti ini setelahnya tetap bisa dinikmati setidaknya untuk diri sendiri. Titik koma dengan respect tetap diposisikan selayak tugasnya, tatanan kalimat dengan penuh perhatian dipikirkan penempatannyaa hingga kemudian dengan “feeling” baru menggambarkan akan makna sebagaimana yang dimaksud (ngomong apa woi).

Astaga “bingung mau mulai darimana” ya begini. Lain hal-hal yang dipikirkan, lain juga apa yang ungkapkan. Oh ya sekedar not fun fact bahwa setelah sekian banyak bulan sabit, sekarang baru lagi rasanya mengetik dilaptop. 

Sebelumnya menulis dimana jes?” tanya bantal sandaranku.

Di pasir,” jawab asalku 

Notebook putih miniku yang menghembuskan nyala monitor terakhirnya telah berpulang ke rahmatullah. By the way, mungkin ciri-ciri terakhirnya sekaligus menjadi pertanda darinya. Keyboard yang sebagaian besar tidak berfungsi, cara kerja yang sudah amat sepuh dan lambat hingga memerlukan oksigen batrai langsung dari cas an disetiap aktivitasnya. Tulisan-tulisan tahun sebelumnya ia bawa tanpa sempat diwariskan langsung sama saya, tega tapi Al-Fatihah untuknya.

Jadi, sekarang demi keberlangsungan yang lancar dan baik untuk alasan mahasiswa semester akhir jadilah laptop baru hadir. Menawarkan berbagai kemudahan dengan jaminan keselamatan customer (bukan iklan goblo). 

Urusan laptop biasa saja sebenarnya. Hanya saja banyak juga file-file yang rasanya sayang hilang begitu saja. Astaga ngelantur pembahasan. Berdasarkan tampilan di ms-word ketikan ini sudah hampir memenuhi 1 page ocehan. Jangan sampai berlembar-lembar lah, takut dikira scenario ftv stasiun Indi’sial.

Sekilas jelaskan kembali bahwa jauh sebelum mengetik bahwa banyak sekali yang telah dirasakan dan kemudian terpendam. Banyak poin-poin yang ingin sekali dibahas. Mental, skripsi, buku, film, menjadi beberapa bagian-bagian itu. Bahasannya santuy ngoceh, please bukan bahasan atas nama sks yang cukup berat, bukaan. Tapi ya memang setiap saat mulai menulis selalu tidak bisa menebak akan seperti apa tulisan yang akan terketik sebelum akhirnya benar-benar selesai sampai titik teraakhir, karna kalau sampai tetes terakhir itu script iklan susu cokelat Frisian Flag. Mungkin lain hari bahasan-bahasan itu, cukup dulu, sudah masuk page 2 juga. Bye (?).

Wah wah tulisan pembuka 2021 yang sangat unedukasi.




Pict by pexels.com




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTANDA

Tidak ada alasan, juga bisa jadi alasan. Sampai pagi ini, rasanya masih tidak nyaman. Saat dimalam beberapa hari lalu merasa “memiliki”. Pagi setelahnya seakan memutar balikan skenario yang sebelumnya sudah kuanggap nyata. Memulai lagi, dari nol. Sesuatu yang malamnya kuyakinkan jadi sisa satu-satunya alasan bertahan. Sekilas, paginya hilang berangan. Pertanda. Satu kata yang ikut muncul mencocokologi keadaan. Kata yang entah beberapa kali ditekankan   dari buku The Alchemist by Paulo Coelho. Buku yang sementara ku baca dan masih berada di halaman 91. Menceritakan seorang pengembala domba dalam petualangan mencari harta karunnya. Membaca pertanda Saat petunjuk yang tidak selalu dalam bentuk penjelasan terang-terangan. Melainkan kode atau sebatas pertanda yang memang butuh beberapa kali terurai dan menunjukkan diri dalam berbagai bentuk. Baru kemudian perlahan dimengerti maksud tujuannya. Diceritakan, Si Pengembala masih terlibat dalam uraian pertanda yang jadi bagian dala...

BUKU PINK

  Happy Weekend! Libur sehari yang besoknya berlanjut Minggu rasanya HAPPY! Walau ditunjukan bukan dengan ekspresif sumringah ataupun bukan disambut rencana spesial tertentu. Tapi, hanya dalam to do list sederhana untuk diri sendiri. Saat ini harusnya kulakukan dengan mengejarkan to do list prioritas terakhirku yang malam sebelumnya telah kutulis sebagai bentuk rencana. Dengan niat awal ingin mengerjakan file yang berisi format rencana plan Septemberku, sambil mengambil buku pink lamaku. Berpikir barangkali ada catatan terdahuluku yang terlupa tapi bisa jadi bahan yang relate dengan rencana September 2025 ku. Menyalakan laptop, memasang earphone, dan terdorong sebagai playlist yang pertama mulai menyetel lagu Sal Priadi. “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar dunia kembali asik Kelak langit terang aku bisa terbang Juga mesti mendung tetap coba tuk berkunjung Lari kehadapan orang yang ku sayang Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangankan...” ” Audio by earp...

Besok Senin!

Minggu malam yang cukup melow. Diantara paginya saat merasa berhak ber leha-leha menikmati Minggu. Siang, mandi berlanjut menjadi mode ambis beralatkan laptop. Lalu malamnya karna suatu hal, diri pun melow! Terisi dengan makan, bermain handphone, dan scroll drama furab [emot love ungu]. Sambil mendengar tamu diteras dengan suara yang kunilai sengaja mereka pelankan. Berniat supaya tidak menganggu sepertinya, tebakku. Aktivity ambis yang berencana ku lanjut malam itu pun, terjeda. Laptop ku biarkan begitu saja. Baru berani memutuskan keluar kamar, setelah kondisi kembali senyap. Tamu pulang. Mencuci muka dengan facial wash gantle ku. Lanjut memakai moisturizer. Seharusnya lebih dulu produk essence ku. Tapi pikiran rasanya kosong. Lupa. Tak masalah. Bercermin melihat diri dengan hasil apply produk yang tidak seberapa banyak malam ini. Dan.. Ohiya, bersama aktivity sebelumnya. Sebenarnya ada fake scenarios yang sedang ku bayangkan ntah dengan tujuan apa. Momen disaat membangun c...