Langsung ke konten utama

Hello 2016


Setiap peristiwa selalu memiliki kisahnya tersendiri. Namun, tentu ada beberapa peristiwa yang menyisakan bekas mendalam lebih dari yang lainnya. Fikiran akan lebih cepat dan tajam untuk mengingatnya dan hati seolah memiliki lonceng untuk  memanggil kembali akan rasa yang dulu ada. Yah memanggil. Namun, ini untuk sekedar menyadari bahwa hal bersangkutan pernah terjadi dan bukan untuk dijalani kembali. Waktu memang seluarbiasa itu, berjalan tanpa menoleh sedikitpun terhadap apa yang telah dilewati. Semakin panjang sang waktu melangkahkan kaki, secara perlahan semakin terselubungi pula luka-lukaku oleh obat yang namanya terbiasa. Tahap demi tahap terbiasa untuk menyadari bahwa tak semua hal dapat dimiliki dan tak semua hal akan bertahan sehingga kata perpisahan mau tak mau bisa datang kapan saja sebagai tamu tak diundang. Tapi tak apa sebab, kini semuanya sudah ternilai biasa saja (mungkin). Meskipun itu, walau waktu memang tak akan menoleh apalagi kembali, tetapi akan selalu ada jejak terhadap apa yang ditinggalkannya. Jejak itulah yang biasa dikenal sebagai kenangan. So, ingin rasanya menyapa Si kenangan itu.

Hello 2016~
''Kurang lebih hampir 3 tahun kamu telah terlewati berdasarkan pemberian kisahmu untukku. Kisah yang cukup banyak tertuang dalam ketikanku dalam tulisan di notebook putih miniku. Tulisan yang kupaham jelas akan apa yang menjadi latar belakang peristiwa dibaliknya. Belum dapat kupastikan apakah seluruh bagian dari peristiwa telah murni untukku berdamai dengannya. Sedihku masih sedikit memuncak saat kisah itu kucelotehkan kepada sahabatku dalam sesi curhat. Awalnya biasa saja layaknya cewek-cewek menceritakan berbagai cerita hidupnya. Hingga sampai saya pun mencoba menyuarakan perihal diri yang begitu mempengaruhi hidupku itu. Tapi nyatanya semburat kesedihan itu kembali tersodor hingga membuatku bagai terjatuh kembali. Haha mungkin diri akan lebih kuat jika menyimpannya kembali sendiri daripada menyuarakannya. Tulisan sebagai gambaran dari peraasaanku saat itupun cukup lama kusimpan tanpa mengoreknya. Melihatnya enggan apalagi membacanya yang seolah membawaku kembali pada rasa sakit saat itu. Suaraku terwakili oleh tulisan dan lisanku telah diambil alih oleh ketikan melalui jariku di keyboard. Menjadi saksi akan bahagia hingga berujung kecewa, cemburu, marah, dan menyerahku. Isyarat pun memberikan aura melalui ketukan dari sang tamu tak diundang yaitu Perpisahan''.

Kata jatuh mudah saja didampingi dengan kata bangkit. Tapi jangan harap demikian dalam prosesnya. Keduanya bak memiliki jarak yang jauh dan disitulah waktu mulai berperan. Menjadikan semuanya terbiasa secara perlahan ^^



. . .




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTANDA

Tidak ada alasan, juga bisa jadi alasan. Sampai pagi ini, rasanya masih tidak nyaman. Saat dimalam beberapa hari lalu merasa “memiliki”. Pagi setelahnya seakan memutar balikan skenario yang sebelumnya sudah kuanggap nyata. Memulai lagi, dari nol. Sesuatu yang malamnya kuyakinkan jadi sisa satu-satunya alasan bertahan. Sekilas, paginya hilang berangan. Pertanda. Satu kata yang ikut muncul mencocokologi keadaan. Kata yang entah beberapa kali ditekankan   dari buku The Alchemist by Paulo Coelho. Buku yang sementara ku baca dan masih berada di halaman 91. Menceritakan seorang pengembala domba dalam petualangan mencari harta karunnya. Membaca pertanda Saat petunjuk yang tidak selalu dalam bentuk penjelasan terang-terangan. Melainkan kode atau sebatas pertanda yang memang butuh beberapa kali terurai dan menunjukkan diri dalam berbagai bentuk. Baru kemudian perlahan dimengerti maksud tujuannya. Diceritakan, Si Pengembala masih terlibat dalam uraian pertanda yang jadi bagian dala...

BUKU PINK

  Happy Weekend! Libur sehari yang besoknya berlanjut Minggu rasanya HAPPY! Walau ditunjukan bukan dengan ekspresif sumringah ataupun bukan disambut rencana spesial tertentu. Tapi, hanya dalam to do list sederhana untuk diri sendiri. Saat ini harusnya kulakukan dengan mengejarkan to do list prioritas terakhirku yang malam sebelumnya telah kutulis sebagai bentuk rencana. Dengan niat awal ingin mengerjakan file yang berisi format rencana plan Septemberku, sambil mengambil buku pink lamaku. Berpikir barangkali ada catatan terdahuluku yang terlupa tapi bisa jadi bahan yang relate dengan rencana September 2025 ku. Menyalakan laptop, memasang earphone, dan terdorong sebagai playlist yang pertama mulai menyetel lagu Sal Priadi. “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar dunia kembali asik Kelak langit terang aku bisa terbang Juga mesti mendung tetap coba tuk berkunjung Lari kehadapan orang yang ku sayang Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangankan...” ” Audio by earp...

Besok Senin!

Minggu malam yang cukup melow. Diantara paginya saat merasa berhak ber leha-leha menikmati Minggu. Siang, mandi berlanjut menjadi mode ambis beralatkan laptop. Lalu malamnya karna suatu hal, diri pun melow! Terisi dengan makan, bermain handphone, dan scroll drama furab [emot love ungu]. Sambil mendengar tamu diteras dengan suara yang kunilai sengaja mereka pelankan. Berniat supaya tidak menganggu sepertinya, tebakku. Aktivity ambis yang berencana ku lanjut malam itu pun, terjeda. Laptop ku biarkan begitu saja. Baru berani memutuskan keluar kamar, setelah kondisi kembali senyap. Tamu pulang. Mencuci muka dengan facial wash gantle ku. Lanjut memakai moisturizer. Seharusnya lebih dulu produk essence ku. Tapi pikiran rasanya kosong. Lupa. Tak masalah. Bercermin melihat diri dengan hasil apply produk yang tidak seberapa banyak malam ini. Dan.. Ohiya, bersama aktivity sebelumnya. Sebenarnya ada fake scenarios yang sedang ku bayangkan ntah dengan tujuan apa. Momen disaat membangun c...