Langsung ke konten utama

Ocehan Perdana U-20


*tarik napas..hembuskan*

Btw hari ini umurku sudah 20 tahun lebih sehari. Sisanya tak banyak yang berubah. Aktivitasku berjalan seperti biasa. Melewati setiap waktu dengan diselingi berbagai hal. Baik itu yang terduga maupun tidak sama sekali. Sebab, memang kehidupan memiliki apa yang dinamakan dengan 'misteri' disalah satu bagiannya bukan? Sampai saat ini, sudah terlalu banyak peristiwa. Kasus pembullyan Audrey hingga fakta-fakta yang kemudian terkuak dibaliknya, drama pilpers yang bahkan saat ini belum menentukan secara pasti siapa presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 hingga BBM yang kemudian pamit bersama kenangan berkesan bagi setiap penggunanya, termaksuk saya hiks. Yeahh Good bye :'(

Lalu seberapa erat semua itu dalam kaitannya denganku?? Hmm mungkin tidak seberapa. Saya hanya penonton. Melihat dan mengamati untuk kemudian memahami. Manusia selalu memiliki berbagai cerita yang kemudian melahirkan tanggapan dari manusia lain dan bahkan kerap kali hal tersebut justru melahirkan wujud cerita yang baru pula. Fakta maupun opini pun kini tak memiliki sekat yang cukup berarti.

Segalanya memang tak lepas dari kaitannya dengan manusia. Proses yang terjadi yang kemudian dilalui menjadikan tujuan sebagai target akhirnya. Notabenya, manusialah sebagai sosok dalam proses pencapaian tujuan itu. Maka, pada point inilah yang  prosesnya tak ayal menjadi ruang dalam timbulnya berbagai cerita beragam.  Satu tujuan yang diinginkan oleh berbagai individu dengan sikap, pemikiran dan strategi berbeda sesungguhnya acap kali menimbulkan berbagai kisah unik dari tiap-tiap individu tersebut dengan caranya masing-masing. Salah dan benar silahkan penonton yang menilai. Disinilah terpilah antara manusia sebagai pelaku fenomena dan manusia sebagai penonton sekaligus penilai berdasarkan perspektif masing-masing.

Setiap hari akan selalu lahir fenomena-fenomena baru yang perlahan menenggelamkan fenomena sebelumnya. Sikapi apa yang sedang terjadi dengan bijak sebagai bekal untuk menjadi kenangan indah di kemudian hari.

Dengan demikian, percayalah bahwa segala sesuatu memiliki masa. So, jangan resah dengan perubahan. :)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTANDA

Tidak ada alasan, juga bisa jadi alasan. Sampai pagi ini, rasanya masih tidak nyaman. Saat dimalam beberapa hari lalu merasa “memiliki”. Pagi setelahnya seakan memutar balikan skenario yang sebelumnya sudah kuanggap nyata. Memulai lagi, dari nol. Sesuatu yang malamnya kuyakinkan jadi sisa satu-satunya alasan bertahan. Sekilas, paginya hilang berangan. Pertanda. Satu kata yang ikut muncul mencocokologi keadaan. Kata yang entah beberapa kali ditekankan   dari buku The Alchemist by Paulo Coelho. Buku yang sementara ku baca dan masih berada di halaman 91. Menceritakan seorang pengembala domba dalam petualangan mencari harta karunnya. Membaca pertanda Saat petunjuk yang tidak selalu dalam bentuk penjelasan terang-terangan. Melainkan kode atau sebatas pertanda yang memang butuh beberapa kali terurai dan menunjukkan diri dalam berbagai bentuk. Baru kemudian perlahan dimengerti maksud tujuannya. Diceritakan, Si Pengembala masih terlibat dalam uraian pertanda yang jadi bagian dala...

BUKU PINK

  Happy Weekend! Libur sehari yang besoknya berlanjut Minggu rasanya HAPPY! Walau ditunjukan bukan dengan ekspresif sumringah ataupun bukan disambut rencana spesial tertentu. Tapi, hanya dalam to do list sederhana untuk diri sendiri. Saat ini harusnya kulakukan dengan mengejarkan to do list prioritas terakhirku yang malam sebelumnya telah kutulis sebagai bentuk rencana. Dengan niat awal ingin mengerjakan file yang berisi format rencana plan Septemberku, sambil mengambil buku pink lamaku. Berpikir barangkali ada catatan terdahuluku yang terlupa tapi bisa jadi bahan yang relate dengan rencana September 2025 ku. Menyalakan laptop, memasang earphone, dan terdorong sebagai playlist yang pertama mulai menyetel lagu Sal Priadi. “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar dunia kembali asik Kelak langit terang aku bisa terbang Juga mesti mendung tetap coba tuk berkunjung Lari kehadapan orang yang ku sayang Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangankan...” ” Audio by earp...

Besok Senin!

Minggu malam yang cukup melow. Diantara paginya saat merasa berhak ber leha-leha menikmati Minggu. Siang, mandi berlanjut menjadi mode ambis beralatkan laptop. Lalu malamnya karna suatu hal, diri pun melow! Terisi dengan makan, bermain handphone, dan scroll drama furab [emot love ungu]. Sambil mendengar tamu diteras dengan suara yang kunilai sengaja mereka pelankan. Berniat supaya tidak menganggu sepertinya, tebakku. Aktivity ambis yang berencana ku lanjut malam itu pun, terjeda. Laptop ku biarkan begitu saja. Baru berani memutuskan keluar kamar, setelah kondisi kembali senyap. Tamu pulang. Mencuci muka dengan facial wash gantle ku. Lanjut memakai moisturizer. Seharusnya lebih dulu produk essence ku. Tapi pikiran rasanya kosong. Lupa. Tak masalah. Bercermin melihat diri dengan hasil apply produk yang tidak seberapa banyak malam ini. Dan.. Ohiya, bersama aktivity sebelumnya. Sebenarnya ada fake scenarios yang sedang ku bayangkan ntah dengan tujuan apa. Momen disaat membangun c...